Tanpa Senja

Semalam, tanpa senja

Senja hilang ditelan kerinduan

Rindu akan jejak-jejak rinai

Meranggas di antara keramaian

 

Biduk luka bersayat cinta

Cinta hilang dalam kegelapan

Malam membawa angan

Melayang diantara asa tak bertuan

 

Penuh liku memang

Roda semakin tak berputar

Senja tetap hilang

Meski rindu mengantar pulang

 

hana_2111>>sesaat tanpa rintik, 21 Feb 2011, gemerlap kelam

Kisah Cinta Terindah >> Menurut hana_2111

Februari menjadi awal bulan penuh cinta menurut sebagian orang (walau menurutku setiap bulan itu sama saja…). Tapi, di awal bulan ini pula seseorang menceritakan tentang kisah cinta terindah, lebih romantis dari kisah cinta layla-majnun atau pun romeo-juliet (menurut yang menceritakannya dan menurutku).

“Berlandaskan atas ketulusan hati, seorang anak adam berhasil menjaga hatinya hingga hati itu benar-benar berlabuh pada sebuah bunga di puncak bukit. Ya, tanpa ada perkenalan, tanpa ada bertatap muka. Dua insan yang salin mencinta itu bersatu dalam ikatan yang suci. Hanya orang-orang terdekat dari mereka yang mengatur semuanya…yang unik dan luar biasa itu adalah mereka baru bisa bertatapan ketika sudah halal. Sang anak adam baru bisa melihat tulang rusuknya yang hilang ketika akad selesai di ucapkan. Luar biasa bukan…”

Hmm… *speechless…. :)

Februari penuh cinta…hana_2111 (rintik bernyanyi riang)

 

Jangan Sampai Rintik Kehilangan Jejak

Dingin sejak kemarin

Membelenggu tubuh senyap

Rintik datang tak bertahap

Apa daya,

hampir hilang di tengah jalan

 

Bimbang sesaat

ada yang hilang dari rintik

lama tuk mengurainya

hingga pagi menjelang senja

ternyata rintik kehilangan jejak

 

hana_2111, :P

31 Januari 2011 (rintik penutup Januari)

 

(bukan puisi) Punyaku, kamu dan mereka

Rehat sejenak, setelah lelah menjemput raga.

Penat di sini, di sana, dan di dalam rasa.

 

Bingung dengan ingin yang sesungguhnya,

bimbang dalam pilihan yang nyata.

 

Ada banyak jalan sesungguhnya,

hanya hati yang selalu mencari dan tak bisa memilih.

 

Apa yang kuingin tak kutahu.

 

Rintik, selalu saja rintik yang ada.

Aku ingin rintik bergantikah hujan, tapi kadang hujan tak mampu mengalahkan kemilau rintik.

 

Hujan selalu saja kelam dimataku.

Hujan tak ubahnya pengikut rintik bagiku.

 

Semakin membingungkan bukan,

ya aku pun bingung.

 

meredam rasa tak jelas,

meregang asa tak sampai.

 

Mari kita rehat sejenak

 

… >>hana_2111, malam, 5 jan 11, 23.10

Rintik Besar

ada asa lagi…

hmm…

kali ini luar biasa…

kurasa…

ya…

hanya kurasa…

rintik tak datang sendiri…

mengajak beberapa sahabat,

aku semakin bingung…

rintik…

terlalu banyak…

terlalu besar…

tak sanggup…

tak ingin…

semakin diam…

dalam kelam malam…

 

::hana_2111::

>>beranda kosong

saat rintik menunggu…

tik…tik…tik

bunyi itu selalu ada…dan ada…

bulan cahaya terlewati…

menunggu bulan tak sampai…

hingga dunia tenang dalam kelam…

tik…tik…tik…

masih ada…dan ada…

telah menatap di sini…

diam dan tak berkecamuk lagi…

tak terasa…

pergerakannya terhenti…

untuk beberapa masa…

kembali bingung…

dengan rintik yang menunggu…

 

::hana_2111::

>>beranda kosong…

hening malam

Kau tempatku meminta…
Kau beriku bahagia…

::lirih…dalam hening…karena hening yang setia mendengarkan…hanya hening yang ada dalam setiap masa…hmm…semoga hening tidak pergi bersama rintik tadi pagi::

::resah…dalm gundah…hanya resah yang ada…ketika malam tak tergantikan siang, dan bulan tetap sendirian::

::luka…tersayat pilu…hanya perih yang ada…setia menemani sayatan hampa::

::cinta…hilang…rapuh bersama kepak sayap patah…::

::rintik…menambah sakit…menambah perih…membuat luka semakin resah…membuat cinta lirih dalam buaian air mata…rintik…kapan kan berubah::

 

::::::hana_2111::::::

>>hening malam, kelam awan, bintang kembali tak bersinar…di beranda kelam::

 

lirih kata tak mampu menggantikannya…

bingung…

hanya bingung….

Rintik sendiri…

Dengan rintik lagi…

_Rintik Sendiri_

Di sini…

di puncak penuh kata…

rintik datang lagi…

kali ini sendiri…

tanpa kata…tanpa asa…

dan di sini…

rintik diam tanpa kata…

kaku…

tak bersuara…

aku juga terdiam…

tak mampu berkata…

diam…

dan hanya terdiam…

rintik…

ada apa lagi?

 

hana_2111

>>beranda penuh kata

 

rintik? hmm… bingung…

sejujurnya aku memang benci…

rintik kembali, dengan duri yang lebih tajam…

 

_Sejujurnya aku memang benci dia_

angin bertiup riuh rendah…

saat rintik menerpa lembut…

tapi dunia kembali memberontak…

terlampau susah tuk kembali…

arah tlah jauh pergi…

dan butiran pasir menerobos masuk…

menyakitkan…

angin kembali bertiup…

lebih kencang…

hingga rintik pun kocar kacir…

tanpa arah dan tujuan…

hati pun menggeliat…

ingin menyiratkan sebuah kata…

Tuhan…

salahkah aku jika ingin membencinya…

 

hana_2111

>>beranda kelam…

 

Lupakan atau teruskan….

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.